Optimalkan Komunitas dengan Pendekatan Berbasis Aset

Dalam membangun komunitas belajar kita perlu menggunakan pendekatan berpikir berbasis aset. Pendekatan ini mendorong kita untuk menemukan hal-hal positif yang telah berjalan, memfokuskan diri pada kekuatan yang ada serta menganalisis dari apa yang dimiliki. 

Pendekatan ini diimplementasikan dalam membangun komunitas belajar. Saya akan menceritakan bagaimana dua orang penggerak menghadapi tantangan dalam komunitas belajar mereka. 

Pak Yudi dan Bu Irma menemukan tantangan dalam mengembangkan komunitas belajar mereka. Rupanya rekan-rekan guru masih enggan terlibat dalam kegiatan komunitas belajar. Rekan-rekan guru tidak tertarik belajar karena masih berada di zona nyaman. Apalagi kalau tidak ada kebijakan dan regulasi dari atasan/ kepala sekolah untuk mewajibkan seluruh guru untuk aktif dalam komunitas belajar. 

Apa yang kita temukan dari cara berpikir Pak Yudi. Terlihat bahwa Pak Yudi menggunakan pendekatan berbasis kekurangan atau masalah. Pak Yudi lebih memusatkan perhatian pada masalah, mengidentifikasi kekurangan, dan solusi untuk menyelesaikan masalah. Yang dipikirkan pun akhirnya hanya untuk menyelesaikan masalah yang ada secepat mungkin, bukan membuat guru lebih fokus pada tujuan apa yang lebih penting saat mengikuti dan aktif dalam komunitas belajar.  

Pendekatan yang dialami Bu Irma menghadapi situasi yang sama. Kita bisa mengamati bahwa bu Irma lebih memilih untuk memahami rekan-rekan guru untuk menemukan kekuatan mereka. Dari situ bu Irma bisa mengenali, hal apa yang bisa mendorong perubahan. Bu Irma kemudian merencanakan langkah-langkah, perlahan memperkuat hal yang sudah dijalankan untuk terus membina hubungan baik 

Dari kedua contoh tersebut, kita bisa melihat bagaimana mengembangkan komunitas dengan pendekatan berbasis aset. Pendekatan berbasis kekurangan membuat kita berfokus pada masalah, akhirnya kita sibuk mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan.  Kita bertanya apa yang kurang lalu merancang program untuk menyelesaikan masalah.  Sedangkan pendekatan berbasis aset, membuat kita fokus pada aset dan kekuatan.  Kita dapat membayangkan masa depan dengan berpikir tentang kekuatan untuk mencapai kesuksesan. Dari situ kita mengorganisasi aset dan kekuatan, merancang sebuah rencana untuk menuju sebuah visi. 

Yuk kita bergerak dengan menggunakan pendekatan berbasis aset ini. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami konsep dasar pengembangan komunitas dengan pendekatan berbasis aset.  Lalu mulailah membiasakan diri berpikir menggunakan pendekatan ini. Latih diri sendiri untuk selalu bersyukur dan selalu dapat menemukan kebaikan dalam diri dan lingkungan. Anda perlu lebih peka memperhatikan potensi yang ada di sekitar dan mencari kekuatan apa yang bisa dijadikan landasan untuk bergerak. Perbaiki relasi anda dengan lingkungan dan mulailah membuka percakapan santai namun bermakna. Yang terakhir, gunakan beragam cara untuk menyebarkan cerita sukses yang bisa menjadi bukti sekaligus menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitar Anda.  

Pengembangan komunitas dengan pendekatan berbasis aset membuat guru bisa melihat kemungkinan sehingga menumbuhkan pengalaman emosi yang positif. Hal tersebut mendorong guru untuk berdaya dalam membangun komunitas belajar. Selain itu, pendekatan berbasis aset juga membantu komunitas memanfaatkan sumber daya yang ada dengan lebih efektif. Setiap anggota komunitas merasa dihargai dan didukung untuk memperlihatkan kekuatan dan potensinya sehingga mendorong mereka untuk lebih berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan komunitas. Mari gunakan pendekatan berbasis aset untuk membangun komunitas belajar

0 Response to "Optimalkan Komunitas dengan Pendekatan Berbasis Aset"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel