Kolaborasi Antar Guru dalam Kelompok Kerja Guru untuk mendukung pembelajaran mendalam
Hai sahabat inspirasi guru. Pernahkah kita merasa bekerja sendiri menghadapi tantangan di kelas? Padahal setiap guru punya semangat yang sama, yaitu membantu murid belajar dengan lebih berkesadaran, bermakna, gembira, dan saling memuliakan. Melalui inquari kolaboratif, kita tidak hanya mencari solusi bersama, tapi juga tumbuh bersama sebagai pembelajar. Kolaborasi yang dilakukan berjalan melalui siklus inquiry kolaboratif.
Kami memulainya dengan refleksi bersama untuk mengidentifikasi masalah berdasarkan hasil belajar murid dan praktik pengajaran yang telah dilakukan. Dari sana kami menentukan fokus inquiry dan merancang strategi pembelajaran beserta indikator keberhasilannya. Strategi tersebut kemudian kami implementasikan melalui kegiatan open class dengan pembagian peran yang jelas yaitu guru pengajar, guru pendokumentasi, dan guru pengamat.
Pada tahap akhir kami melakukan refleksi dan evaluasi bersama untuk menyempurnakan strategi pembelajaran ke depannya. Dari catatan refleksi kami, ternyata banyak murid hanya menyalin jawabannya tanpa mengetahui tujuan belajarnya. Bahkan sebagian besar tidak bisa menjelaskan mengapa mereka mengerjakan tugas tersebut. Nah, artinya kita butuh menggali data lebih dalam kan apa kebutuhan dan kesulitan yang mereka alami.
Saya pikir identifikasi masalah yang kita lakukan ini bisa memudahkan kita dalam menentukan fokus inquiry di kelompok kerja kita dan juga bisa menjadi dasar untuk selanjutnya kita merancang strategi pembelajaran.
Tahap pertama, kami mengidentifikasi masalah melalui data dan refleksi bersama. Kemudian menentukan fokus inquiry. Mari kita mulai dari kekuatan murid. Kalau mereka sadar akan tujuan posisinya, mereka akan lebih mudah mencapai tujuan. Maka perlu kita rancang yang namanya strategi berbasis aktivitas nyata supaya mereka bisa menghubungkan materi belajar dengan kehidupan sehari-hari. Nah, dan jangan lupa tentukan indikator keberhasilan sederhana agar bisa kita ukur. Kita rancang langkah konkretnya lalu kita uji cobakan bersama di kelas dengan open class. Di sini kami mulai menyusun solusi bersama. Tidak ada yang mendominasi. semua saling melengkapi, saling memuliakan, saling mengapresiasi, dan saling berkolaborasi.
Kita mulai dengan learning goals card, yaitu sebuah kartu tujuan pembelajaran yang murid isi di awal pembelajaran. Lalu, setiap awal pembelajaran kita lakukan cek titik posisi agar mereka bisa mengukur sejauh mana keberhasilan mereka dalam mencapai proses pembelajaran. Kalau begitu di akhir buat exit tiket sederhana untuk menanyakan bagaimana cara yang dapat mereka lakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Ini berarti murid kita tuntun untuk menyadari tujuan pembelajarannya dan menemukan cara untuk mencapainya. Kita bisa mulai dengan indikator sederhana. Misalnya murid bisa menyebutkan tujuan belajar dengan kata-katanya sendiri. Iya. Dan mereka juga harus bisa menjelaskan strategi yang mereka pakai untuk memahami materi tersebut.
Bagaimana kalau kita gunakan artikel berita atau studi kasus nyata sehingga murid bisa lebih mudah menghubungkan teori dengan kehidupan nyata mereka. Kita juga bisa mengembangkannya menjadi sebuah poster kampanye kesehatan sehingga pembelajaran lebih kontekstual dan murid-murid juga lebih bersemangat. dari siklus yang berulang. mengidentifikasi masalah, merancang solusi, mengimplementasikan, serta mengukur, merefleksi, dan mengubah.
Kami belajar satu hal penting, yaitu kolaborasi membuat kami tumbuh. Karena di kelompok kerja guru ini setiap ide berharga, setiap upaya layak diapresiasi, dan setiap guru punya peran untuk menciptakan pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
0 Response to "Kolaborasi Antar Guru dalam Kelompok Kerja Guru untuk mendukung pembelajaran mendalam"
Post a Comment